Tampilkan postingan dengan label INDIKATOR FOREX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDIKATOR FOREX. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

ANALYSA DENGAN BOLLINGER BAND DAN STOCHASTIC OSCILATOR

      Kesempatan kali saya akan sharing kembali tentang cara menganalisa harga market forex menggunakan indikator. ada yang berbeda untuk share kali ini. berhubung saya rasa anda sudah mengerti tentang indikator yang telah saya share sebelumnya. maka kali ini saya akan menjelaskan tentang analysa menggunakan dua gabungan indikator. indikator gabungan atau kombinasi itu adalah indikator bollinger band dengan indikator stochastic oscilator. mungkin banyak trader yang baru mengerti tentang forex banyak yang meremehkan gabungan indikator ini. tetapi dalam kenyataan banyak trader expert menggunakan indikator gabungan ini.

     Oke kita langsung saja menuju pokok pembahasan, bagaimana cara kita menganalisa dengan dua gabungan indikator ini, dan bagaimana kita melakukan open dengan hasil analysa menggunakan dua indikator ini.
     Pertama kita lihat gambar dibawah.






          Dari gambar diatas kita dapat mengetahui cara menganalisa dua indikator tersebut dan dapat mengetahui kapan kita menempatkan posisi buy atau sell. aturan main indikator seperti gambar tersebut adalah :
1. kita bisa melakukan open posisi sell saat grafik harga (candlestick) berada menempel garis bollinger band atas dan stochastic menunjukan keadaan overbought. maka jika kita melihat dua indikator ini dalam keadaan seperti itu, kita bisa melakukan open sell.
2. kita bisa melakukan open posisi buy saat grafik harga (candlestick) berada menempel garis bollinger band bawah,. dan stochastic oscilator menunjukan keadaan oversold.


        Usahakan kita selalu disiplin dalam melakukan open. jangan sampai tangan kita gatal melakukan open padahal indikator belum memberi sinyal. juga harus anda ingat. analysa dengan indikator tak berarti saat ada berita fundamental. jadi saat indikator memberi sinyal kepada kita. alangkah baiknya anda melihat dahulu ada atau tidaknya berita yang akan rilis pada waktu dekat. lalu dimana kita bisa melihat kapan berita berita fundamental itu rilis. jawabanya anda bisa melihatnya dari situs berita forex semacam, bloomberg, forex factory dan lain lain. untuk pemula saya sarankan untuk melihat berita fundamental di forex factory. karena disana anda akan lebih mudah mengetahui kapan berita fundamental itu akan dirilis.

       Sekian sharing hari ini. semoga bermanfaat dan tetap disiplin. salam profit selalu.!

ANALYSA DENGAN INDIKATOR BOLLINGER BAND

          Kali ini saya akan kembali sharing tentang indikator classic yang bernama BOLLINGER BAND. Indikator ini juga sangat mudah untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami. bahkan seorang newbie pun tak akan menemui kesulitan untuk mempelajari indikator ini. namun sekali lagi, semua indikator dalam metatrader untuk forex trading ini juga mempunyai kelemahan masing masing. dan kelemahan indikator bollinger band  ini adalah. terlambatnya memberi sinyal entry atau sinyal dimana kita harus mengambil keputusan buy atau sell.

          Oke, kita langsung menuju pokok pembahasanya saja. untuk mempermudah pemula mempelajari indikator ini. saya akan membuat istilah sendiri. lihat gambar dibawah.






          Dari contoh gambar diatas kita dapat dengan mudah memahami.
           1. kita membuka posisi sell saat grafik harga (candlestick) menempel garis bollinger atas. dengan dikonfirmasi garis bollinger bawah kembali melengkung keatas.

           2. kita membuka posisi buy saat grafik harga (candlestick) menempel garis bollinger bawah. dengan dikonfirmasi garis bollinger atas melengkung kebawah.
    
           Melihat cara open diatas, kita bisa mengambil kesimpulan. kita mengambil posisi buy atau sell saat pembalikan harga saja. kenapa saya lebih memilih membuka posisi saat pembalikan harga dengan analysa menggunakan indikator bollinger band ini. dikarenakan kita bisa lebih mengambil sedikit resiko saat membuka posisi. karna indikator ini termasuk inikator yang lambat dalam memberi sinyal open.

           Tentunya sekali lagi saya ingatkan, lebih bijak dan lebih baik dimana dalam menganalisa harga market dengan menggunakan lebih dari satu indikator untuk referensi. tetapi bukan berarti menggunakan banyak indikator menjadi lebih baik. karna pada dasarnya trader dengan banyak menggunakan indikator akan merasa kebingungan. misal indikator 1,2,3 memberi sinyal buy. tetapi indikator lainya memberi sinyal sell. maka dari itu, dipostingan selanjutnya kita akan bahas cara mengkombinasikan beberapa indikator untuk memperoleh sinyal yang bagus. oke sekian dulu, selamat mencoba dan salam profit selalu.

Sabtu, 01 November 2014

ANALYSA DENGAN INDIKATOR STOCHASTIC OSCILATOR

        Kali ini saya akan share tentang indikator classic yang sangat populer dalam dunia trading forex. Indikator stochastis oscilator namanya. keunggulan indikator ini adalah sangat mudah dimengerti dan hampir tepat dalam mempprediksi arah market, khususnya dalam timeframe kecil. misal M5, M15, M30, H1. dan kelemahan indikator stochastic oscilator ini adalah saat digunakan di timeframe besar misal H4, D1 dan seterusnya. indikator ini seoalah sangat lambat untuk memberi sinyal untuk kita open posisi BUY atau SELL. juga saat ada release berita fundamental tentunya. karna saat berita fundamental release, analysa technical seolah tak berfungsi lagi.

      Sekarang kita ambil contoh open posisi menggunakan indikator stochastic oscilator ini. pertama kita harus tau bagaimana aturan indikator ini. dalam indikator stochastic oscilator mengenal dua hal. yaitu "overbought dan oversould", atau dalam bahasa indonesianya "jenuh jual dan jenuh beli".

      Dikatakan jenuh beli, jika garis stochastic yang berwarna merah biru berada atau menembus garis putih putus putus 80.
      Dikatakan jenuh jual, jika garis stochastic yang berwarna merah biru berasa atau menembus garis putih putus putus 20.

       Aturan mainya sangat mudah.
       open posisi BUY saat indikator menunjukan posisi JENUH JUAL.
       open posisi SELL saat indikator menunjukan posisi JENUH BELI.

     Sebagai contoh, pelajari contoh gambar dibawah.

      Open posisi sell saat stochastic dalam posisi overbought atau jenuh beli.
      Open posisi buy saat stochastic dalam posisi oversold atau jenuh jual.

      Cukup sederhana bukan.? tapi didalam forex trading adalah lebih bijak jika anda menggunakan lebih dari satu indikator, sebagai referensi untuk mengetahui kapan kita bisa mengambil posisi entah buy atau sell. tapi anda juga harus mengetahui bahwa terlalu banyak indikator juga tidaklah bagus. dikarenakan terlalu banyak indikator akan menghasilkan banyak sinyal entah itu buy atau sell dikarenakan setiap indikator mempunyai kecepatan untuk memberi sinyal berbeda beda yang jika terlalu banyak akan membuat anda kebingungan dalam mengambil keputusan.

     Jika anda sudah mengerti dengan indikator ini. kita akan coba bahas indikator lain dalam forex trading di postingan selanjutnya.!