Sabtu, 01 November 2014

ANALYSA DENGAN INDIKATOR STOCHASTIC OSCILATOR

        Kali ini saya akan share tentang indikator classic yang sangat populer dalam dunia trading forex. Indikator stochastis oscilator namanya. keunggulan indikator ini adalah sangat mudah dimengerti dan hampir tepat dalam mempprediksi arah market, khususnya dalam timeframe kecil. misal M5, M15, M30, H1. dan kelemahan indikator stochastic oscilator ini adalah saat digunakan di timeframe besar misal H4, D1 dan seterusnya. indikator ini seoalah sangat lambat untuk memberi sinyal untuk kita open posisi BUY atau SELL. juga saat ada release berita fundamental tentunya. karna saat berita fundamental release, analysa technical seolah tak berfungsi lagi.

      Sekarang kita ambil contoh open posisi menggunakan indikator stochastic oscilator ini. pertama kita harus tau bagaimana aturan indikator ini. dalam indikator stochastic oscilator mengenal dua hal. yaitu "overbought dan oversould", atau dalam bahasa indonesianya "jenuh jual dan jenuh beli".

      Dikatakan jenuh beli, jika garis stochastic yang berwarna merah biru berada atau menembus garis putih putus putus 80.
      Dikatakan jenuh jual, jika garis stochastic yang berwarna merah biru berasa atau menembus garis putih putus putus 20.

       Aturan mainya sangat mudah.
       open posisi BUY saat indikator menunjukan posisi JENUH JUAL.
       open posisi SELL saat indikator menunjukan posisi JENUH BELI.

     Sebagai contoh, pelajari contoh gambar dibawah.

      Open posisi sell saat stochastic dalam posisi overbought atau jenuh beli.
      Open posisi buy saat stochastic dalam posisi oversold atau jenuh jual.

      Cukup sederhana bukan.? tapi didalam forex trading adalah lebih bijak jika anda menggunakan lebih dari satu indikator, sebagai referensi untuk mengetahui kapan kita bisa mengambil posisi entah buy atau sell. tapi anda juga harus mengetahui bahwa terlalu banyak indikator juga tidaklah bagus. dikarenakan terlalu banyak indikator akan menghasilkan banyak sinyal entah itu buy atau sell dikarenakan setiap indikator mempunyai kecepatan untuk memberi sinyal berbeda beda yang jika terlalu banyak akan membuat anda kebingungan dalam mengambil keputusan.

     Jika anda sudah mengerti dengan indikator ini. kita akan coba bahas indikator lain dalam forex trading di postingan selanjutnya.!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar